https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/issue/feed Electrician 2020-10-19T12:23:40+00:00 Dr.Eng. Sri Purwiyanti sri.purwiyanti@eng.unila.ac.id Open Journal Systems <p>Publication for scientific research results in the field of electrical engineering which covers power system analysis, electrical energy conversion, high voltage technology, electronics, control system, telecommunication system, computer and interfacing, and information engineering.</p> <p>Published three-times a year (in January, May and September) by Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung.</p> https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2154 Rancang Bangun Inverter Pada Generator Aksial Satu Phasa 2020-10-19T12:23:40+00:00 yosi apriani yosi_apriani@um-palembang.ac.id <p><strong>Inverter dapat mengubah arus listrik searah (DC) menjadi arus listrik bolak-balik (AC), dari tegangan input 12 V DC menjadi tegangan output 220 V AC, dengan kebutuhan daya tergantung dari kebutuhan beban yang terpasang pada inverter. Inverter dirancang pada daya maksimum 400 W dan daya aki/baterei inverter sebesar 600 W. Tujuan penelitian ini adalah membuat suatu perangkat elektronik yang bisa menjadi sumber energi listrik dengan mengubah arus DC menjadi arus AC, yang memanfaatkan baterei/aki sebagai sumber energi listrik arus DC. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan diagram <em>flowchart</em> yang memiliki tahapan sebagai berikut: 1). Merancang rangkaian inverter, 2). Merakit rangkaian inverter sesuai rancangan, 3). Menguji hasil rancang bangun inverter dengan menggunakan lampu pijar, 4). Menghitung dan menganalisa hasil perancangan. Hasil penelitian didapat daya output Inverter tegangan tinggi 220 V AC dengan beban 360 W akan mencapai daya maksimal inverter sebesar 402,77 W. Besarnya daya output ini dipengaruhi oleh arus <em>standby</em> inverter sebesar 0,317 A</strong>.</p> 2020-10-19T11:32:53+00:00 Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2155 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI POS (POINT OF SALES) BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER PADA PASAR SWALAYAN 2020-10-19T12:23:40+00:00 Muhammad Galang Ramadhan m.galangramadhan17@gmail.com <p>Perkembangan pasar swalayan belakangan ini berkembang sangat pesat. Hampir disetiap perumahan ter-dapat berbagai minimarket-minimarket berbasis waralaba seperti Indomaret, Alfamart, dan pengusaha menengah. Begitupun sistem pengolahan data pada pengusaha menengah yang rata-rata masih menggunakan sistem manual atau dicatat, dapat mengakibatkan kesalahan pada pengolahan laporan penjualan, dan keluar masuknya barang. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan solusi kepada pengusaha pasar swalayan dalam hal pengolahan data dan merancang sistem informasi <em>Point of Sales</em> yang mudah dioperasikan oleh pengguna. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan di pasar swalayan daerah Kabupaten Karawang. Model pengembangan sistem yang dipakai dalam penelitian ini adalah model <em>Waterfall</em>, inti dari metode <em>Waterfall</em> adalah pengerjaan dari suatu sistem dilakukan secara berurutan atau secara <em>linear</em>, metode ini memiliki beberapa tahapan yaitu analisis kebutuhan, desain, <em>coding</em>, pengujian dan implementasi. Setelah melakukan analisis kebutuhan, maka dirancanglah sistem POS dengan menggunakan <em>Framework</em> <em>CodeIgniter</em> untuk membangun aplikasi PHP yang dinamis, serta menggunakan XAMPP sebagai <em>server</em> (<em>localhost</em>). Hasil dari penelitian yang telah dirancang pada sistem POS berupa <em>print</em> nota belanja. Respon Sangat Setuju (SS) memiliki <em>frekuensi</em> 24 respon dan persentase yang didapat sebesar 21,82%. Respon Setuju (S) memiliki <em>frekuensi</em> 63 respon dan persentase yang didapat sebesar 57,27%. Respon Netral (N) memiliki 23 respon dan persentase sebesar 20,91%. Sedangkan respon Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS) sama sekali tidak memiliki respon.</p> 2020-10-19T11:34:07+00:00 Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2157 IMPLEMENTASI SENSOR MQ 4 DAN SENSOR DHT 22 PADA SISTEM KOMPOS PINTAR BERBASIS IOT (SIKOMPI) 2020-10-19T12:23:40+00:00 Kevin Diantoro kevindiantoro40@gmail.com <p>Intisari — Pada proses pengomposan, suhu dan kelembaban harus stabil, tidak boleh terlalu kering atau terlalu lembab agar bakteri dan mikroba pada proses penguraian tidak mati dan dapat bekerja secara optimal. Pada proses pengomposan berlangsung, terjadi pembusukan bahan-bahan yang digunakan yang menghasilkan gas metana. Kadar gas metana yang tinggi berbahaya jika terhirup oleh manusia dan dapat menyebabkan kerusakan pada ozon sehingga menyebabkan efek rumah kaca. Maka dari itu dibuatlah sistem monitoring pada alat pembuatan kompos dengan sistem Internet of Things (IoT) agar pengguna dapat dengan mudah memonitoring kondisi suhu, kelembaban, dan kandungan gas metana yang ada pada kompos saat proses pengomposan berlangsung. Pada penelitian ini menggunakan sensor DHT22 untuk monitoring suhu dan kelembaban, sensor MQ4 untuk monitoring kadar gas metana dan Wemos D1 R1 sebagai pusat pengolahan data dan komunikasi antara sensor dan aplikasi blynk. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan selisih antara pembacaan sensor dht22 dengan alat kalibrasi untuk suhu sebesar 1.2℃ dengan error 3.6% dan untuk kelembaban sebesar 0.1% dengan error sebesar 1%. Sedangkan untuk kadar gas metana pada hari pertama sebesar 324 ppm dan berangsur turun sampai hari ke-10 yaitu sebesar 227 ppm. Dapat disimpulkan bahwa sistem monitoring bekerja dengan baik serta suhu dan kelembaban sesuai dengan standar, yaitu 35℃ - 45℃ untuk suhu dan 40% - 60% untuk kelembaban.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Kata kunci — Pupuk Kompos, Suhu, Kelembaban, Gas Metana, IoT.</p> 2020-10-19T11:35:22+00:00 Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2161 Analisis Arus Bocor pada Sistem PLTS Terhubung ke Jaringan Tanpa Transformator Terhadap Keselamatan Manusia 2020-10-19T12:23:40+00:00 Diah Permata diah.permata@eng.unila.ac.id Hekson Yulian N hekson30.nababan@gmail.com Endah Komalasari endah.komalasari@eng.unila.ac.id <p><em>Intisari </em>— <strong>Sistem PLTS yang terhubung ke jaringan tanpa transformator merasakan arus bocor akibat </strong><strong>adanya kapasitansi parasitik pada panel surya yang diketanahkan dan hubungan galvanis antara sumber </strong><strong>DC dan jaringan. Arus bocor berbahaya bagi keselamatan manusia yang menyentuh panel surya. Penelitian </strong><strong>ini menghitung arus bocor melalui simulasi menggunakan Matlab. Rangkaian simulasi terdiri dari sumber </strong><strong>DC PLTS, inverter satu fasa, sumber AC jaringan, filter dan kapasitansi parasitik. Kapasitansi Parasitik </strong><strong>dimodelkan dengan sebuah kapasitor tunggal. Kondisi panel basah atau kering memberikan nilai kapasitansi </strong><strong>yang berbeda. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kondisi panel basah menghasilkan arus bocor sepuluh </strong><strong>kali lebih tinggi dari kondisi panel kering. Arus bocor pada kedua kondisi masih dibawah batas maksimum </strong><strong>standar keselamatan mengacu pada DIN VDE 0126-1-1.</strong><br><em>Kata kunci </em>— <strong>arus bocor, PLTS, kapasitansi parasit, arus </strong><strong><em>common mode</em></strong><strong>, inverter.</strong><br><em>Abstract </em>— <strong>PV system on grid transformerless experiences leakage current due to parasitic capacitance on </strong><strong>grounded-PV panel and a galvanic connection between the grid and the dc source. Leakage current is </strong><strong>harmful for human who touch the PV panel. This research calculates the leakage current via simulation </strong><strong>using Matlab. Simulation circuit consists of DC source as PV system, one phase inverter, grid AC source, </strong><strong>filter and parasitic capacitance. A single capacitor is used to model parasitic capacitance. Wet and dry </strong><strong>condition of PV panel generate a different capacitance. The simulation results show wet PV panel produce a </strong><strong>leakage current ten times higher than that in dry PV panel. The leakage curent either in wet and dry</strong><br><strong>condition are below maximum limit of DIN VDE 0126-1-1 safety standard.</strong><br><em>Keywords</em>— <strong>leakage current, PV system, parasitic capacitance, common mode current, inverter.</strong></p> 2020-10-19T11:52:27+00:00 Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2153 I Implementasi Sistem Hermitian Generalized LED Index Modulation (H-GLIM-OFDM) pada Board FPGA Xilinx Arty Artix-7 2020-10-19T12:23:40+00:00 Yetti Yuniati yetti.yuniati@eng.unila.ac.id <p><strong>Abstrak</strong>— Komunikasi nirkabel menjadi jenis komunikasi yang digunakan secara luas, spektrum radio yang umumnya digunakan dalam komunikasi nirkabel menjadi tidak cukup untuk memenuhi tuntutan yang tinggi. <em>Visible Light Communication</em> (VLC) menjadi solusi untuk mengatasi kapasitas bandwidth yang kurang memadai ini. <em>Orthogonal Frequency Division Multiplexing</em> (OFDM) menjadi teknik yang dikembangkan untuk sistem komunikasi cahaya tampak karena pada teknik OFDM frekuensi yang digunakan saling orthogonal dan memungkinkan overlap antar frekuensi tanpa menimbulkan interferensi satu sama lain sehingga menghasilkan kecepatan transfer data yang tinggi. Jurnal ini membahas tentang Implementasi Sistem <em>Hermitian Generalized</em> LED <em>Index Modulation</em> (H-GLIM-OFDM). Skema dari H-GLIM-OFDM ini dirancang dalam <em>System Generator</em> pada bahasa pemograman Matlab. Desain di implementasikan dalam FPGA dan diterapkan dengan spesifikasi <em>Arty Board</em> Xilinx Artix-7. <em>Field Programmable Gate Array</em> (FPGA) merupakan perangkat semikonduktor yang dapat diprogram secara fleksibel dan dapat melakukan kinerja yang tinggi untuk implementasi VLC. Hasil yang didapat pada simulasi ini yaitu menggunakan pemanfaatan sumber daya desain 5% BRAM, 11% dari DSP, 8% dari LUT, 18% dari IO, dan 3% BUFG.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Kata Kunci : </em><em>H-GLIM-OFDM, FPGA Arty Artix-7, Visible Light Communication, Vivado, System Generator</em></p> 2020-10-19T11:59:00+00:00 Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2162 Halaman Judul dan Sampul Volume 14 Nomor 3 September 2020 2020-10-19T12:12:19+00:00 Afri Yudamson afri.yudamson@eng.unila.ac.id 2020-10-19T12:07:34+00:00 Copyright (c) 2020 Electrician