Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs <p>Publication for scientific research results in the field of electrical engineering which covers power system analysis, electrical energy conversion, high voltage technology, electronics, control system, telecommunication system, computer and interfacing, and information engineering.</p> <p>Published three-times a year (in January, May and September) by Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung.</p> en-US sri.purwiyanti@eng.unila.ac.id (Dr.Eng. Sri Purwiyanti) afri.yudamson@eng.unila.ac.id (Afri Yudamson) Thu, 13 Feb 2020 00:00:00 +0000 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Analisis Performansi Sistem Jaringan Femtocell 5G Berbasis Simulasi https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2124 <p><strong>Dalam beberapa dekade terakhir, perkembangan teknologi telekomunikasi telah berevolusi secara signifikan. Teknologi 4G yang mulai berjalan secara komersial sejak tahun 2013 di Indonesia akan segera tergantikan dengan teknologi 5G yang telah ada di ambang pintu. </strong><strong>Dalam penelitian ini, kami </strong><strong>mempelajari skenario dimensi jaringan yang sesuai untuk mencapai <em>datarate</em> yang ditargetkan sesuai dengan standar 5G pada suatu lokasi dengan kepadatan pengguna yang cukup tinggi. P</strong><strong>enelitian ini difokuskan pada jaringan <em>femtocell</em> yang merupakan <em>small base station</em> (akses poin) yang did</strong><strong>e</strong><strong>sain untuk penggunaan <em>indoor </em>dengan konsumsi daya yang rendah.</strong> <strong>Dalam penelitian ini, digunakan tiga skenario antena (Multi-Input Multi-Output) MIMO yang berbeda. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa dengan konfigurasi MIMO 16X16, sistem jaringan telah mampu menyediakan <em>datarate </em>sebesar 1Gbps untuk semua pengguna, dan menunjukkan hasil yang paling baik dibandingkan konfigurasi MIMO 4X4 dan MIMO 8X8.</strong></p> Uri Arta Ramadhani Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2124 Thu, 13 Feb 2020 03:45:20 +0000 Optimasi Sistem Cerdas Pada Pengering Tanaman Obat Berbasis Internet Of Thing dengan Memanfaatkan Sumber Energi Terbarukan https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2140 <p><em>Intisari</em> ˗ <strong>Industri obat herbal saat ini semakin pesat dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap obat herbal di Indonesia. Alat pengering tanaman obat saat ini sudah banyak dikembangkan tetapi masih menggunakan metode konvensional. Metode pengeringan yang tepat sangat berpengaruh pada kandungan bahan aktif yang terdapat pada tanaman. Setiap jenis tanaman mempunyai respon yang berbeda, ada beberapa tanaman yang peka terhadap penyinaran matahari langsung serta suhu yang terlalu tinggi dan ada yang tidak. Pada penelitian sebelumnya, telah dirancang alat pengering tanaman obat yang bekerja secara otomatis dengan bantuan mikrokontroler yang akan digunakan untuk industri obat herbal. Penelitian saat ini akan ambil bagian dalam optimalisasi sistem cerdas dengan menggunakan metode fuzzy logic dan PID sehingga sistem dapat bekerja secara adaptif dan efektif dalam mengatur suhu ruang. Selain itu sistem ini juga dilengkapi dengan&nbsp; <em>Internet of Thing</em> (IoT) pada alat pengering yang memungkinkan untuk dipantau dan dikontrol dari jarak jauh sehingga dapat memudahkan pengguna mengetahui kondisi terkini dari simplisia yang sedang dikeringkan guna meningkatkan kualitas tanaman obat yang sesuai dengan kebutuhan indsutri obat herbal untuk menghasilkan mutu obat yang baik sesuai standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).</strong></p> <p><em>Kata kunci</em>: <strong>Pengering, Simplisia, CPOTB, Internet of thing, Energi Terbarukan, sistem cerdas.</strong></p> Heriansyah, Swadexi Istiqphara Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2140 Thu, 13 Feb 2020 00:00:00 +0000 Karakteristik Dielektrik Isolator Polimer Resin Epoksi Berbahan Pengisi Abu Tongkol Jagung https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2141 <p><em>Intisari </em>— <strong>Pengembangan </strong><strong>isolator polimer </strong><strong>semakin meningkat dikarenakan </strong><strong>s</strong><strong>ifat dielektrik isolator </strong><strong>polimer </strong><strong>lebih baik dibanding </strong><strong>kaca dan keramik</strong><strong>, konstruksi relatif lebih ringan, ketahanan kimia yang baik, ketahanan yang tinggi terhadap asam, memiliki sifat kedap air (hidrophobik) dan proses pembuatannya yang relatif lebih cepat dibandingkan isolator keramik dan kaca. </strong><strong>Adapun</strong> <strong>k</strong><strong>e</strong><strong>ku</strong><strong>r</strong><strong>a</strong><strong>ng</strong><strong>a</strong><strong>nn</strong><strong>y</strong><strong>a </strong><strong>yakni</strong> <strong>b</strong><strong>ahannya kurang tahan &nbsp;terhadap &nbsp;perubahan &nbsp;cuaca &nbsp;yang &nbsp;menyebabkan&nbsp; kekuatan &nbsp;mekanis &nbsp;menurun &nbsp;dan &nbsp;kerusakan &nbsp;fisik &nbsp;isolator. Kekurangan tersebut dapat diperbaiki dengan menambahkan bahan pengisi (<em>filler</em>) pada bahan isolator, seperti pasir silika, ataupun abu</strong><strong> arang yang banyak mengandung silika</strong><strong>. Penelitian ini </strong><strong>mengkaji karakteristik dielektrik isolator polimer berbahan pengisi abu arang tongkol jagung</strong><strong>. Bahan resin epoksi yang di gunakan adalah <em>Dyglicidyl Ether Of Bisphenol-</em>A (DGEBA) sebagai bahan dasar dan <em>Metaphenylene Diamine </em>(MPDA) sebagai bahan pengeras dengan perbandingan campuran 2:1 dan dicampurkan bahan pengisi (<em>filler</em>) dengan komposisi </strong><strong>0 gr, </strong><strong>15</strong><strong>g</strong><strong>r</strong><strong>, 30gr. Pengujian dilakukan pada </strong><strong>kondisi kering dan basah</strong><strong>. Hasilnya Korona yang terjadi pada sampel dengan <em>filler </em>30gr lebih </strong><strong>lama</strong> <strong>d</strong><strong>ibandingkan dengan sampel dengan <em>filler </em>15gr, dan </strong><strong>nilai</strong> <strong>tegangan tembus yang terjadi pada sampel dengan <em>filler </em>30gr lebih tinggi dibandingkan dengan sampel dengan <em>filler </em>15gr.&nbsp; Dengan demikian peningkatan <em>filler &nbsp;</em>secara &nbsp;bertahap&nbsp; dapat &nbsp;memperbaiki </strong><strong>nilai</strong> <strong>tegangan tembus pada sampel</strong><strong> isolator</strong><strong>.</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Isolator Polimer, Resin Epoxy, Filler, Abu TongkolJagung</p> Yuditirajab Harun, Amelya Indah Pratiwi Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2141 Thu, 13 Feb 2020 04:01:29 +0000 Rancang Bangun Prototype Pengering Gabah Otomatis Dengan Pengendali Sensor Kelembaban Dan Suhu Berdasarkan Suhu Ruang Berbasis Mikrokontroler ATmega 328 https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2142 <p>Intisari <strong>—</strong> <strong>Pada zaman modern banyak produk-produk manufaktur yang serba otomatis untuk membantu manusia dalam mengerjakan pekerjaannya. Salah satu kerja yang membutuhkan bantuan mesin adalah pengering gabah. Pada saat ini pengeringan gabah dilakukan dengan konvensional yaitu dijemur di terik matahari dan bila cuaca mendung maka tidak dilakukan penjemuran. Oleh karena itu dibutuhkan alat yang terintegrasi. Alat pengeringan otomatis ini menggunakan mikrokontroler untuk mengatur kerja blower DC, motor driver L298N, Motor DC pengaduk gabah, Sensor suhu, dan Sensor kelembaban &amp; suhu.&nbsp; Pada alat ini menggunakan gabah dengan massa 0.5 kg, 1 kg, 1.5 kg, 2 kg dan 3 kg waktu pengeringan gabah dengan rata-rata waktu di setiap massa 36, 52.6, 65.8, 73.2, dan 83.2 menit dengan kelembaban dan suhu awal sama yaitu 80% &amp; 26º C dan daya 120 Watt. Hasil dalam Proses selanjutnya yaitu dengan kelembaban awal 40%, 50% dan 60% dengan rata-rata waktu berturut-turut yaitu 34.8, 47.8, dan 63.2 menit. Dan hasil dari proses pengujian terakhir yang dilakukan di pagi hari dengan kelembaban dan suhu awal 89% &amp; 20º C, siang hari dengan kelembaban dan suhu awal 80% dan 26ºC dan sore hari dengan kelembaban dan suhu awal 85% dan 23ºC didapatkan rata-rata waktu berturu-turut yaitu 75, 52.6 dan 63.4 Menit. Kelembaban standar yang telah diatur adalah 32% kelembaban tersebut hampir setara dengan kelembaban gabah yang telah disurvey yaitu 25% di tengah terik matahari dengan suhu 35ºC.</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci — Mikrokontroler, Pengeringan Gabah, Motor DC.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>Abstract <strong>—</strong> <strong><em>In modern times many manufacturing products are completely automated to help people in their work. One job that requires the help of a machine is grain dryer. At this time grain drying is done conventionally, which is dried in the sun and when the weather is cloudy, drying is not done. Therefore we need an integrated tool. This automatic drying tool uses a microcontroller to regulate the work of DC blowers, L298N motor drivers, grain stirring DC motors, temperature sensors, and humidity &amp; temperature sensors. In this tool using grain with a mass of 0.5 kg, 1 kg, 1.5 kg, 2 kg and 3 kg of grain drying time with an average time in each mass 36, 52.6, 65.8, 73.2, and 83.2 minutes with the same humidity and initial temperature ie 80% &amp; 26º C and 120 Watt power. The results in the next process are with initial humidity of 40%, 50% and 60% with an average of consecutive times of 34.8, 47.8, and 63.2 minutes. And the results of the last testing process conducted in the morning with humidity and initial temperature of 89% &amp; 20ºC, during the day with humidity and initial temperature of 80% and 26ºC and in the afternoon with humidity and initial temperature of 85% and 23ºC obtained an average time respectively 75, 52.6 and 63.4 Minutes. The standard humidity that has been set is 32%, the humidity is almost equivalent to the humidity of the grain that has been surveyed, which is 25% in the hot sun with a temperature of 35ºC.</em></strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Keywords— Microcontroller, Grain Drying, DC Motor.</p> Mohammad Al Faris, Sri Purwiyanti, Herlinawati Herlinawati Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2142 Thu, 13 Feb 2020 04:06:34 +0000 Prediksi Beban Listrik Jangka Pendek Menggunakan Metode Autoregressive Integrated Moving Average (Arima) https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2143 <p><em>Intisari </em>- Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana cara menggunakan metode ARIMA (<em>Autoregressive Integrated Moving Average</em>) untuk memprakirakan beban konsumsi listrik jangka pendek dan mengetahui seberapa besarkah tingkat akurasi dari metode ARIMA (<em>Autoregressive Integrated Moving Average</em>) yang digunakan. Metode prediksi jangka pendek <em>Autoregressive Integrated Moving Average</em> atau ARIMA digunakan sebagai metode untuk memperhitungkan besarnya penggunaan energi listrik di Gedung H Teknik Elektro dan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Lampung pada bulan Juni dan Juli tahun 2019 dengan menggunakan data penggunaan energi listrik pada bulan April dan Mei tahun 2019. Observasi yang dilakukan adalah memperhitungkan prediksi data deret waktu berupa hubungan antara Energi listrik (kWh) terhadap waktu. Analisis prediksi menggunakan metode ARIMA (2,1,0) memberikan nilai galat rata-rata sebesar 29,59%.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Kata kunci - </em><em>Prediksi, ARIMA, Energi Listrik, Galat</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Abstract</em> - Nowadays forecasting methods have been widely used for various disciplines, with no exception for electrical energy. That methods used to determine the amount of electrical energy consumtion in the future. This research will discuss short term forecasting method Autoregressive Integrated Moving Average or ARIMA for determine the amount of electrical energy consumtion in the H Building of Electrical Engineering and Mechanical Engineering Department of the Faculty of Engineering, University of Lampung in June and July 2019. This research uses data that has been stored on a server computer in the University of Lampung's ICT building by using the Electricity Measurement Smart Monitoring equipment that has been installed in the H building of the Faculty of Engineering, University of Lampung. The data used for this method is the data in April and May 2019. The observation is to forecast time series data, electrical energy consumption (kWh) againts time. Forecasting analysis using the ARIMA (2,1,0) method showed an average 29,59% of error value.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Keywords - </em><em>Forecasting, ARIMA, Electrical Energy, Error</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> Rasyid Hakim, Dikpride Despa, Lukmanul Hakim Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2143 Thu, 13 Feb 2020 04:12:23 +0000 Halaman Judul dan Sampul Volume 14 Nomor 1 Januari 2020 https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2146 Afri Yudamson Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2146 Wed, 01 Apr 2020 15:50:18 +0000