Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs <p>Publication for scientific research results in the field of electrical engineering which covers power system analysis, electrical energy conversion, high voltage technology, electronics, control system, telecommunication system, computer and interfacing, and information engineering.</p> <p>Published three-times a year (in January, May and September) by Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung.</p> en-US sri.purwiyanti@eng.unila.ac.id (Dr.Eng. Sri Purwiyanti) afri.yudamson@eng.unila.ac.id (Afri Yudamson) Fri, 15 May 2020 06:07:03 +0000 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Ontology Learning pada Teks Tidak Terstruktur https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2139 <p>Informasi yang tersebar pada berbagai sumber di internet banyak ditujukan hanya untuk manusia saja. Sementara itu, muncul kebutuhan agar informasi tersebut tidak hanya bisa dibaca dan dipahami oleh manusia saja, tetapi juga oleh mesin. Informasi dalam format yang dapat dipahami oleh mesin dapat digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya: menjadi basis pengetahuan untuk penalaran, sharing knowledge antar mesin, semantic search, visualisasi informasi, dsb. Ontology learning adalah metode yang dapat mengekstrak informasi dari teks tidak terstruktur pada suatu dokumen atau halaman web untuk kemudian diubah menjadi basis pengetahuan dalam format yang dapat dipahami oleh mesin, yaitu dalam bentuk ontologi. Metode tersebut terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: preprocessing, ekstraksi konsep, ekstraksi relasi, dan evaluasi. Preprocessing menyiapkan korpus uji sehingga siap untuk masuk kedalam metode ekstraksi konsep, yang menggunakan algoritma entropy concept extraction, pada bagian ekstraksi relasi digunakan algoritma subcat relation extraction, sedangkan pada bagian evaluasi ontologi menggunakan metode expert evaluation. Hasil akhir menunjukkan akurasi pada nilai 89.84% untuk ekstraksi konsep, 93.02% untuk ekstraksi relasi, dengan kepercayaan terhadap ekstraksi relasi pada prosentase 71.15%.</p> <p>Kata kunci: ontology learning, entropy concept extraction, subcat relation extraction.</p> Rajif Agung Yunmar Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2139 Fri, 15 May 2020 05:29:22 +0000 KARAKTERISTIK DIELEKTRIK ISOLATOR POLIMER RESIN EPOKSI BERBAHAN PENGISI ABU TONGKOL JAGUNG https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2122 <p><strong>Pengembangan isolator polimer semakin meningkat dikarenakan sifat dielektrik isolator polimer lebih baik dibanding kaca dan keramik, konstruksi relatif lebih ringan, ketahanan kimia yang baik, ketahanan yang tinggi terhadap asam, memiliki sifat kedap air (hidrophobik) dan proses pembuatannya yang relatif lebih cepat dibandingkan isolator keramik dan kaca. Adapun kekurangannya yakni bahannya kurang tahan &nbsp;terhadap &nbsp;perubahan &nbsp;cuaca &nbsp;yang &nbsp;menyebabkan&nbsp; kekuatan &nbsp;mekanis &nbsp;menurun &nbsp;dan &nbsp;kerusakan &nbsp;fisik &nbsp;isolator. Kekurangan tersebut dapat diperbaiki dengan menambahkan bahan pengisi (<em>filler</em>) pada bahan isolator, seperti pasir silika, ataupun abu arang yang banyak mengandung silika. Penelitian ini mengkaji karakteristik dielektrik isolator polimer berbahan pengisi abu arang tongkol jagung. Bahan resin epoksi yang di gunakan adalah <em>Dyglicidyl Ether Of Bisphenol-</em>A (DGEBA) sebagai bahan dasar dan <em>Metaphenylene Diamine </em>(MPDA) sebagai bahan pengeras dengan perbandingan campuran 2:1 dan dicampurkan bahan pengisi (<em>filler</em>) dengan komposisi 0 gr, 15gr, 30gr. Pengujian dilakukan pada kondisi kering dan basah. Hasilnya Korona yang terjadi pada sampel dengan <em>filler </em>30gr lebih lama dibandingkan dengan sampel dengan <em>filler </em>15gr, dan nilai tegangan tembus yang terjadi pada sampel dengan <em>filler </em>30gr lebih tinggi dibandingkan dengan sampel dengan <em>filler </em>15gr.&nbsp; Dengan demikian peningkatan <em>filler &nbsp;</em>secara &nbsp;bertahap&nbsp; dapat &nbsp;memperbaiki nilai tegangan tembus pada sampel isolator</strong></p> Amelya Indah Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2122 Fri, 15 May 2020 05:31:18 +0000 PENGENDALIAN TRACKING POSISI PURWARUPA AUTONOMOUS LAND VEHICLE DENGAN MENGGUNAKAN METODE PID DAN MODEL KINEMATIK https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2121 <p><strong>Intisari</strong> ˗ <strong>Teknologi sistem autonomous saat ini mulai banyak dikembangkan untuk berbagai aplikasi seperti industri dan transportasi umum. Berbagai metode telah banyak dikembangkan untuk mengendalikan suatu wahana secara otomatis baik dengan kombinasi sistem kendali cerdas (AI) atau dengan metode kendali nonlinear. Salah satu kendala dalam kendali autonomous ini adalah akurasi GPS yang kurang akurat. Dalam jurnal ini, akan implementasi metode kontrol berbasis model kinematik wahana untuk memperbaiki akurasi GPS, sehingga akan meminimalisir terjadinya tabrakan atau lintas jalur. Wahana yang digunakan berupa purwarupa mobil mainan bertenaga baterai yang dimodifikasi agar dapat dikendalikan secara autonomous, dimana wahana ini bernavigasi menggunakan sistem steering pada dua roda depan. Pengujian akan dilakukan pada area jalan ITERA, dimana wahana akan diberikan lintasan yang diberikan melalui perangkat lunak komputer dan dipantau secara nirkabel. Sumber daya wahana diperoleh dengan dua cara yaitu dengan menggunakan sumber listrik dari panel surya dan dari baterai.</strong></p> Swadexi Istiqphara Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2121 Fri, 15 May 2020 05:32:50 +0000 Substraksi RGB untuk Identifikasi Jenis Daging Konsumsi Berbasis Pengolahan Citra https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2148 <p><em>Intisari </em>— <strong>Kesenjangan nilai ekonomis yang cukup tinggi yang terjadi pada komoditas beberapa jenis daging </strong><strong>konsumsi menjadi penyebab utama terjadinya kecurangan pada proses penjualannya. Secara kasat mata, </strong><strong>beberapa jenis daging akan terlihat sama sehingga sulit untuk diidentifikasi. Dengan menggunakan </strong><strong>pengolahan citra, data matriks dari beberapa jenis daging konsumsi akan menampilkan kecenderungan </strong><strong>tertentu sehingga dapat dijadikan ciri identifikasi. Sampel pada penelitian ini adalah daging Kambing, daging </strong><strong>Anjing, daging Babi, dan daging Celeng. Metode Substraksi RGB merupakan turunan dari matriks citra RGB. </strong><strong>Dengan menggunakan metode ini, citra masing-masing jenis daging konsumsi dapat diidentifikasi. Hasil </strong><strong>penelitian menunjukkan bahwa daging Kambing dan daging Celeng dapat diidentifikasi menggunakan </strong><strong>substraksi GB, sedangkan daging Anjing dan daging Babi dapat diidentifikasi menggunakan substraksi GB </strong><strong>yang dilanjutkan dengan substraksi RB.</strong><br><em>Kata kunci </em>— <strong>kecurangan penjualan daging, identifikasi daging, pengolahan citra, substraksi RGB</strong><br><em>Abstract </em>— <strong>High gap of the economic values that occurs in several types of meat commodities is a major cause </strong><strong>of fraud of the meat sales. In plain view, several types of meat will be look similar so these were difficult to </strong><strong>identify. By using image processing, matrix data from several types of meat will display certain trends so that </strong><strong>it can be used as an identification feature. Samples in this study were goat meat, dog meat, pork meat, and boar </strong><strong>meat. The RGB Substraction Method is a derivative of an RGB image matrix. Using this method, images of </strong><strong>each type of meat can be identified. The results showed that goat meat and boar meat could be identified using </strong><strong>GB substraction, while dog meat and pork meat could be identified using GB substraction followed by RB </strong><strong>subtraction.</strong><br><em>Keywords </em>— <strong>meat sales fraud, meat identification,image processing, RGB substraction</strong></p> Afri Yudamson, Sri Ratna Sulistiyanti, Syaiful Alam, FX Arinto Setyawan, Titin Yulianti Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2148 Fri, 15 May 2020 05:38:45 +0000 Studi Awal Karakteristik Tegangan Ouput Generator Magnet Permanen dan Generator DC pada Turbin Kubah Masjid Putar https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2149 <p><em>Intisari </em>&nbsp;— <strong>Setiap yang berputar memiliki potensi energi kinetik, tidak terkecuali putaran kubah masjid</strong><strong>.</strong><strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemanfaatan kubah putar masjid sebagai penghasil energi listrik skala kecil. Generator yang diuji cobakan adalah generator magnet permanen dan generator DC yang dirangkaikan dengan turbin kubah putar. Pengujian dilakukan di dua lokasi, di Jembatan Musi 2 Palembang dan di perairan Sungsang Kabupaten Banyuasin untuk meng</strong><strong>ukur besaran tegangan dan arus output yang dihasilkan pada </strong><strong>berbagai kecepatan angin</strong><strong> menggunakan multimeter dan anemometer</strong><strong>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan yang dihasilkan oleh putaran&nbsp; kubah masjid menggunakan generator magnet permanen mampu mencapai 14,21 V pada kecepatan angin 3,8 m/det dibandingkan dengan generator DC yang hanya mencapai 3 V pada kecepatan angin 8 m/det. Jika ditinjau dari besaran arus, generator magnet permanen menghasilkan arus konstan sebesar 0,3 A sedangkan pada generator DC arus yang dihasilkan tidak terukur karena nilainya yang amat kecil. Penelitian ini menunjukkan bahwa kubah putar masjid dapat dijadikan sebagai turbin angin pada daerah yang memiliki kecepatan angin rendah.</strong></p> <p><em>Kata kunci </em>&nbsp;— <strong><em>kubah masjid putar</em></strong><strong><em>,</em></strong><strong><em>generator magnet permanen</em></strong><strong><em>,</em></strong><strong><em>generatorDC</em></strong><strong><em>,</em></strong><strong><em> turbin angin kecepatan rendah</em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><em>Abstract </em>- <strong>Every spinning has kinetic energy potential; the mosque dome is no exception. This study aims to determine the potential use of the mosque's turning dome as a producer of small-scale electrical energy.&nbsp; Two types of the generator were tested, which were permanent magnet generator and DC generator, which were coupled with a rotary dome turbine. The test was carried out at two locations, at Palembang Musi 2 Bridge and in the waters of Sungsang, Banyuasin Regency, to measure the amount of voltage and output current generated at various wind speeds using a multimeter and anemometer. The results showed that the voltage generated by the mosque's dome rotation using a permanent magnet generator was able to reach 14.21 V at wind speeds of 3.8 m / sec compared to DC generators, which only reached 3 V at 8 m / s wind speed. When viewed from the amount of current, permanent magnet generators produce a constant current of 0.3 A while in DC generators, the current generated is not measurable because the value is minimal. This research shows that the mosque's rotary dome can be used as a wind turbine in areas that have low wind speeds</strong>.</p> <p><em>Keywords - </em><strong><em>rotary mosque domes, permanent magnet generators, generator DC, low speed wind turbines</em></strong></p> Wiwin A. Oktaviani, Taufik Barlian, Yosi Apriani Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2149 Fri, 15 May 2020 05:45:45 +0000 Analisa Dampak Kenaikan Setting Tegangan di GI Tarahan Terhadap Performa Sistem 20kV PT. Bukit Asam Tbk https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2152 <p><em>Intisari </em><strong>— Untuk menangani masalah penurunan tegangan pada penyulang Pesisir, PT. PLN UID Lampung </strong><strong>mempertimbangkan untuk menyesuaikan tegangan nominal menjadi 21 kV di terminal </strong><strong><em>bus </em></strong><strong>transfomator di </strong><strong>Gardu Induk Tarahan. Jika perubahan tegangan ini dilakukan, akan membawa dampak bagi pelanggan yang </strong><strong>terhubung pada penyulang yang bersangkutan, dalam hal ini PT. Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan yang </strong><strong>tersambung pada penyulang Pesisir. Untuk mengantisipasi dampaknya, PTBA Peltar harus menganalisis </strong><strong>dengan cermat untuk setiap masalah yang mungkin timbul. Penelitian ini bertujuan untuk membantu PTBA </strong><strong>Peltar dalam mempertimbangkan dan memberikan rekomendasi untuk mengatasi masalah ini dengan </strong><strong>mensimulasikan beberapa skenario. Terdapat sembilan skenario yang disimulasikan dalam penelitian ini. </strong><strong>Sehingga pada akhirnya, pilihan terbaik yaitu dengan membiarkan konfigurasi jaringan apa adanya saat ini </strong><strong>dan memberikan saran untuk menunda perubahan </strong><strong><em>setting </em></strong><strong>tegangan ke 21 kV.</strong><br><em>Kata kunci </em>— <strong><em>Tap Changer</em></strong><strong>, Transformator, Kenaikan Tegangan, </strong><strong><em>Drop </em></strong><strong>Tegangan, </strong><strong><em>Load Flow.</em></strong><br><em>Abstract </em>— <strong><em>To deal with the voltage drop issue on the “</em></strong><strong><em>P</em></strong><strong><em>esisir” feeder, PT. PLN UID Lampung are considering to </em></strong><strong><em>adjust the nominal voltage to 21 kV at the transfomer terminal bus in Tarahan Substation. If this new setting </em></strong><strong><em>executed, it will bring an impact to the customer connected to the corresponding feeder in this case PT. Bukit Asam </em></strong><strong><em>Unit Pelabuhan Tarahan (PTBA Peltar). To anticipate the impact, PTBA Peltar should analyze carefully any </em></strong><strong><em>problem that may set in. This work helps PT. Bukit Asam to consider and manage any action to deal with this issue </em></strong><strong><em>by simulating some scenarios. There are nine scenarios simulated in this study. Finnaly the best choise is to let the </em></strong><strong><em>network configuration as it is and the advice is to postpone the re-adjust transformer tap to 21 kV.</em></strong><br><em>Keywords</em>— <strong><em>Tap Changer</em></strong><strong>, </strong><strong><em>Transformer, Overvoltage, Voltage Drop, Load Flow.</em></strong></p> Herri Gusmedi, Khairudin Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2152 Fri, 26 Jun 2020 03:13:04 +0000 Halaman Judul dan Sampul Volume 14 Nomor 2 Mei 2020 https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2150 Afri Yudamson Copyright (c) 2020 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2150 Fri, 15 May 2020 05:50:02 +0000