Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs <p>Publication for scientific research results in the field of electrical engineering which covers power system analysis, electrical energy conversion, high voltage technology, electronics, control system, telecommunication system, computer and interfacing, and information engineering.</p> <p>Published three-times a year (in January, May and September) by Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung.</p> en-US sri.purwiyanti@eng.unila.ac.id (Dr.Eng. Sri Purwiyanti) plgsekip@unila.ac.id (Lukmanul Hakim) Tue, 03 Dec 2019 04:44:36 +0000 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 OPTIMASI KAPASITAS BANK KAPASITOR UNTUK MEREDUKSI RUGI-RUGI DAYA PADA PENYULANG WORTEL MENGGUNAKAN METODE GREY WOLF OPTIMIZER (GWO) https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2125 <p><em>Intisari </em><strong>— Jarak yang jauh antara sisi penyuplai energi listrik dan sisi konsumen (beban) pada jaringan</strong><br><strong>distribusi menimbulkan permasalahan seperti meningkatnya rugi-rugi daya di sepanjang saluran dan jatuh</strong><br><strong>tegangan. Pemasangan kapasitor adalah salah satu solusi untuk meminimalkan rugi-rugi daya sekaligus</strong><br><strong>memperbaiki profil tegangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari nilai kapasitas optimal dari</strong><br><strong>beberapa bank kapasitor yang dipasang pada jaringan distribusi untuk meminimisasi rugi-rugi daya aktif</strong><br><strong>menggunakan metode Grey Wolf Optimizer (GWO). Lokasi penempatan bank kapasitor ditentukan dengan</strong><br><strong>menggunakan metode faktor sensitivitas rugi-rugi atau </strong><strong><em>Loss Sensitivity Factor </em></strong><strong>(LSF). Studi kasus yang</strong><br><strong>digunakan adalah jaringan distribusi 20 kV Penyulang Wortel, di Gardu Induk Menggala, Provinsi</strong><br><strong>Lampung. Simulasi penentuan lokasi penempatan dan optimasi kapasitas bank kapasitor dilakukan dengan</strong><br><strong>menggunakan perangkat lunak MATLAB. Hasil simulasi menunjukkan bahwa lokasi optimal penempatan</strong><br><strong>empat bank kapasitor menggunakan metode LSF adalah pada bus 42, 51, 58 dan 60 dan kapasitas optimal</strong><br><strong>bank kapasitor pada bus-bus tersebut yang diperoleh dengan menggunakan metode GWO masing-masing</strong><br><strong>adalah sebesar 0,15 MVAR, 0,45 MVAR, 0,15 MVAR, dan 0,15 MVAR. Rugi-rugi daya aktif yang diperoleh</strong><br><strong>setelah pemasangan bank kapasitor adalah sebesar 0,1041 MW atau berkurang sebesar 23% dari nilai rugi</strong><br><strong>rugi daya aktif sebelum pemasangan bank kapasitor yakni 0,1352 MW. Nilai tegangan minimum yang</strong><br><strong>diperoleh setelah pemasangan bank kapasitor adalah 0,944 pu dan memperbaiki profil tegangan dari nilai</strong><br><strong>tegangan minimum sebelum pemasangan bank kapasitor yakni sebesar 0,916 pu</strong>.<br><em>Kata-kata kunci - </em><strong>optimasi kapasitas, capacitor bank, Grey Wolf Optimizer, rugi-rugi daya aktif, faktor</strong><br><strong>sensitivitas rugi-rugi.</strong><br><strong><em>Abstract — Long distance between the electricity supply side and the consumer side (load) on the distribution</em></strong><br><strong><em>network can cause problems such as increasing power losses along the line and voltage drop. Installing</em></strong><br><strong><em>capacitors is one solution to minimize power losses while improving the voltage profile. The aim of this research</em></strong><br><strong><em>is to find the optimal capacity value of several capacitor banks installed in the distribution network to minimize</em></strong><br><strong><em>active power losses using the Grey Wolf Optimizer (GWO) method. The location of the capacitor bank placement</em></strong><br><strong><em>is determined by using the Loss Sensitivity Factor (LSF) method. The case study used is a 20 kV distribution</em></strong><br><strong><em>network of Wortel Feeders, in Menggala substation, Lampung Province. Simulation of determining the</em></strong><br><strong><em>placement location and optimization of capacitor banks capacity is performed using MATLAB software. The</em></strong><br><strong><em>simulation results show that the location of four capacitor banks using the LSF method is on buses 42, 51, 58</em></strong><br><strong><em>and 60 and the optimal capacitor bank capacity on those buses obtained using the GWO method are 0.15 MVAR,</em></strong><br><strong><em>0.45 MVAR, 0.15 MVAR, and 0.15 MVAR, respectively. The active power losses obtained after the installation of</em></strong><br><strong><em>capacitor bank are equal to 0.1041 MW or reduced by 23% from the value of active power losses before the</em></strong><br><strong><em>installation of capacitor bank which is 0.1352 MW. The minimum voltage value obtained after the installation of</em></strong><br><strong><em>capacitor bank is 0.94 pu and improves the voltage profile of the minimum voltage value before the installation</em></strong><br><strong><em>of capacitor bank which is equal to 0.916 pu.</em></strong><br>Keywords<em>— </em><strong>capacity optimization, capacitor bank, Grey Wolf Optimizer, active power losses, Loss Sensitivity</strong><br><strong>Factor.</strong></p> Christopher Theophilus Prayogo, Osea Zebua, Khairudin Hasan Copyright (c) 2019 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2125 Fri, 25 Oct 2019 04:14:15 +0000 RANCANG BANGUN WIRELESS SENSOR NETWORK PERINGATAN DINI LONGSOR BERBASIS MIKROKONTROLER https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2126 <p><em>Intisari </em>— Bencana alam seperti gerakan tanah atau longsor dapat terjadi pada berbagai skala dan kecepatan. Untuk meminimalkan kerugian akibat bencana tersebut maka dilakukan usaha mengenal tanda-tanda yang mengawali gerakan tanah, atau disebut sebagai mitigasi. Penelitian ini dilakukan untuk merancang <em>wireless sensor network</em> yang mampu mengidentifikasi bencana longsor. Node sensor terdiri dari: sensor getaran, sensor kemiringan lahan, sensor pergeseran lahan, kontroler, dan modul transmisi data. Node-node sensor ini ditanam pada daerah yang rawan longsor dan saling berkomunikasi antara node satu dengan lainnya. Data-data berupa getaran, kemiringan lahan, dan status selalu ditransmisikan ke <em>base station</em> sistem peringatan dini longsor secara realtime. Ketika bencana longsor akan segera terjadi node sensor diharapkan mampu mendeteksi dan mengaktifkan alarm yang ada pada node sensor serta mengirimkan tanda bahaya ke <em>base station</em>.</p> <p><em>Kata Kunci</em> — longsor, wireless sensor network, node sensor, mikrokontroler</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Abstrak</em> <strong>—</strong> <strong>Natural disasters such as land movements or landslides can occur at various scales and speeds. To minimize damages due to the disaster, an effort is made to recognize the signs that initiate soil movements or referred to as mitigation. This research was conducted to design a wireless sensor network that can identify landslides. Sensor nodes consist of vibration sensor, slope sensor, land shift sensor, controller, and data transmission module. These sensor nodes are planted in areas inclined to landslides and communicate with each other between nodes. The data vibration, the slope of the land, and status are always transmitted to the base station of the landslide early warning system in real time. When an landslide will occur soon the sensor node is expected to be able to detect and activate the alarm on the sensor node and send an signal to the base station.</strong></p> <p><em>Keyword</em> <strong>— landslides, wireless sensor networks, sensor nodes, microcontrollers</strong></p> Denny Nugroho, Rudi Uswarman Copyright (c) 2019 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2126 Fri, 25 Oct 2019 00:00:00 +0000 Pentanahan Menggunakan Elektroda Batang dan Elektroda Mesh dengan Penambahan Bentonit dan Garam Murni (NaCl), Studi Kasus ; ITERA https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2118 <p>Pentanahan merupakan hal penting untuk melindungi sistem tenaga listrik. ITERA sebagai kampus baru dan pada tahap pengembangan membutuhkan pengujian sistem pentanahan untuk rencana pembangunan fasilitas dan fasilitas pendukung kegiatan kampus. Semua bangunan harus memiliki keandalan pentanahan sehingga gangguan pada peralatan listrik dan elektronik tidak membahayakan keselamatan. Faktor tanah menjadi salah satu parameter penting karena memiliki karakteristik nilai resistansi berbeda yang tergantung pada jenis tanah, jenis sistem pentanahan, suhu, kelembaban, kandungan elektrolit dalam tanah dan lainnya. Untuk alasan ini, perlu untuk membangun sebuah sistem yang cocok dengan karakteristik tanah ITERA sehingga nilai resistansi tanah yang kecil tercapai dan mencapai titik aman, maksimum 5 Ω (PUIL 2000). Uji pentanahan dilakukan dengan menggunakan metode variasi kedalaman dari dua jenis elektroda dan variasi konsentrasi dua jenis zat tambahan. Pada penelitian ini digunakan garam dan bentonite sebagai zat campur tanah. Pada kondisi awal dengan variasi kedalaman 20 cm hingga 100 cm pada dua jenis elektroda tanpa penambahan zat tambahan diketahui bahwa resistansi bumi di atas 5 Ω yang tidak mencapai kondisi aman. Penambahan bentonit dan garam menyebabkan resistensi tanah berkurang dengan meningkatnya konsentrasi zat aditif dan meningkatnya kedalaman implantasi elektroda. Nilai resistansi tanah yang aman dapat diperoleh dengan menggunakan elektroda mesh pada konsentrasi 7 kg garam dengan kedalaman 30 cm dan 40 cm pada konsentrasi 7 kg bentonit, sedangkan menggunakan elektroda batang, nilai aman dapat diperoleh dengan menambahkan 7 kg garam atau 7 kg bentonit pada kedalaman 80 cm.</p> Dean Corio Copyright (c) 2019 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2118 Fri, 25 Oct 2019 00:00:00 +0000 Rancang Bangun Sistem Pemantauan Kinerja Panel Surya Tipe Mono-Crystalline Silicon Berbasis IoT https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2127 <p>Abstrak — Panel surya dapat diketahui kinerjanya dengan cara mengukur parameter arus dan tegangan namun untuk mendapatkan informasi yang akurat dan berkelanjutan maka perlu adanya sistem pemantuan terhadap panel surya tersebut. Sistem pemantauan pada penelitian ini dibuat dengan berbasis ATMEGA328P, ESP 8266, sensor arus dan tegangan. Dapat disimpulkan bahwa untuk sistem pemantuan kinerja panel surya dalam pengujian memiliki galat sebesar 0.2% untuk sensor tegangan, 0.17 % untuk sensor arus. Untuk data dari sistem pemantuan menunjukkan nilai rata-rata tegangan dan arus sebesar 20.75 volt dan 2.81 ampere dengan standar deviasi 0.32 volt dan 0.14 ampere serta 15 detik untuk jeda pengiriman data ke platform penyimpan data.</p> <p>Kata kunci —Panel Surya, Arus, Tegangan, Pemantauan.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>Abstract — Solar panels can be accessed by measuring the current and voltage parameters to obtain accurate and necessary information, so a system of monitoring for the solar panels is needed. The improvement system in this study was made based on ATMEGA328P, ESP 8266, current and voltage sensors. It can be concluded that the solar panel monitoring system in the test has an error of 0.2% for voltage sensor, 0.17 % for current sensor. Data from the monitoring system, the average voltage and current values ​​are 20.75 volts and 2.81 amperes with a standard deviation of 0.32 volts and 0.14 ampere then it takes 15 seconds for time delay in sending data to a data storage platform.</p> <p>Keywords— Solar Panels, Current, Voltage, Monitoring .</p> Mahardika Yoga Darmawan, Mohamad Samsul Anrokhi, Ali Komarudin Copyright (c) 2019 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2127 Fri, 25 Oct 2019 04:31:07 +0000 Analisis Drop Tegangan Untuk Menilai Tingkat Kehandalan Saat Manuver Jaringan Pada Penyulang Kikim dan Parkit P.T. PLN Area Palembang https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2128 <p>Abstrak <strong>—</strong> <strong>Sistem distribusi </strong><strong>merupakan salah satu komponen dalam sistem tenaga listrik yang </strong><strong>berfungsi menyalurkan energi listrik ke beban. </strong><strong>Salah satu penyebab </strong><strong>&nbsp;yang&nbsp; mengakibatkan terputusnya pasokan&nbsp; listrik ke beban adalah <em>drop </em>tegangan</strong><strong> yang melebihi toleransi</strong><strong>. </strong><strong>Besarnya nilai <em>drop</em> tegangan dapat menunjukkan tingkat kehandalan sistem distribusi. </strong><strong>Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis <em>drop</em> tegangan</strong><strong> pada tiga kondisi, normal-terganggu dan saatmanuver jaringan pada &nbsp;penyulang</strong> <strong>Kikim dan Penyulang Parkit.</strong> <strong>Kedua penyulang ini </strong><strong>bertemu di satu <em>Load Break Switch </em>(LBS). </strong><strong>Sistem </strong><strong>disimulasikan dengan ETAP Power Station 12.6 untuk memudahkan analisanya. Hasil simulasi </strong><strong>menunjukkan bahwa tingkat kehandalan Penyulang Kikim lebih rendah dibandingkan Penyulang Parkit, dimana nilai <em>drop</em> tegangan Penyulang Kikim di saat normal</strong><strong> 0,36%</strong><strong>, saat </strong><strong>terganggu sebesar 6,16%</strong><strong> dan saat menrima manuver beban dari Penyulang Parkit sebesar 0,38%</strong><strong>. Sedangkan pada </strong><strong>&nbsp;Penyulang Parkit </strong><strong>dimana drop tegangan saat </strong><strong>normal sebesar 0,09%</strong><strong>, saat </strong><strong>terganggu sebesar 0,38%</strong><strong> dan saat menrima manuver beban dari Penyulang Kikim sebesar 0,26%</strong><strong>. </strong><strong><em>Drop </em></strong><strong>tegangan kedua penyulang saat menerimamanuver beban masih berada dalam batas toleransi 5%.</strong></p> <p>Kata kunci <strong>—</strong> Drop Tegangan, Penyulang Kikim, Penyulang Parkit, Manuver.</p> Wiwin A. Oktaviani, Dwisantiya Ganta Saputri, Taufik Barlian Copyright (c) 2019 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2128 Fri, 25 Oct 2019 00:00:00 +0000 Rancang Bangun Boost Converter Untuk Charging Baterai Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Bertenaga Surya https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2129 <p>Abstrak <strong>—</strong> <strong>Saat UAV melakukan suatu misi, UAV dituntut untuk memiliki durasi terbang yang lama sehingga misi yang dikerjakan akan bisa selesai. Durasi terbang yang pendek akan </strong><strong>menyebabkan</strong><strong> pekerjaan menjadi lebih lama</strong><strong> selesainya</strong><strong>.</strong><strong> K</strong><strong>onsumsi daya yang tinggi dibandingkan dengan kemampuan penyimpanan energinya</strong><strong> yang</strong><strong> terbatas, akan menyebabkan durasi terbang menjadi pendek. Salah satu alternatif untuk meningkatkan durasi penerbangan yaitu dengan menambahkan panel surya sebagai sumber energi tambahan. Dengan Adanya sumber energi lain yaitu menggunakan panel surya pada sistem <em>charging</em> baterai untuk menyuplai energi pada sistem daya di UAV, maka UAV dapat digunakan ke beban dan sekaligus dapat melakukan <em>charging</em> baterai. Sehingga durasi terbang dari UAV bertambah lebih lama dan memudahkan para pilot UAV atau pengguna UAV dalam melakukan <em>charging</em> baterai. Sistem <em>charging </em>baterai pada UAV bertenaga surya menggunakan DC-DC konverter yaitu <em>boost converter</em>. <em>Boost converter</em> dipilih karena dapat menghasilkan tegangan keluaran yang lebih besar dari tegangan sumber, dengan cara mengendalikan sinyal PWM (<em>Pulse Widht Modulation</em>).</strong><strong> UAV tanpa panel surya hanya memiliki estimasi durasi terbang hanya 1 jam. Dengan menambah sistem charging baterai baterai pada UAV bertenaga surya estimasi durasi terbang menjadi 90 menit. </strong></p> <p>Kata kunci <em>— </em>UAV, DC-DC Konverter,<em> Boost Converter</em> , Panel Surya<em>.</em></p> Noer Soedjarwanto Copyright (c) 2019 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2129 Fri, 25 Oct 2019 04:43:09 +0000 Pemrosessan Sinyal Waktu Diskrit Menggunakan Compressive Sensing Berdasarkan Algoritma Pemulihan L1 https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2130 <p><em>Abstrak,</em> <strong>— </strong><strong>Metode </strong><strong><em>Compressive Sensing </em></strong><strong>merupakan metode yang banyak diaplikasikan</strong> <strong>pada pemrosesan sinyal.</strong> <strong>Kemampuan </strong><strong>dan </strong><strong>keunggulan metode ini mampu </strong><strong>me</strong><strong>rekonstruksi sinyal dengan masukan yang terbatas. </strong><strong>Makalah</strong><strong> ini bertujuan </strong><strong>menggunakan</strong><strong> metode </strong><strong><em>C</em></strong><strong><em>ompressive </em></strong><strong><em>S</em></strong><strong><em>ensing </em></strong><strong>dalam </strong><strong>mengolah</strong><strong> sinyal</strong><strong> digital waktu diskrit</strong><strong>. </strong><strong>Keutaman dari metode CS ini adalah memberikan perkiraan sinyal asli dari sejumlah kecil pengukuran linier <em>inkoheren</em> dengan memanfaatkan sifat kejarangannya </strong><strong>Penyelesaian dengan metode <em>Compressive </em></strong><strong><em>S</em></strong><strong><em>ensing </em></strong><strong>menggunakan </strong><strong>pendekatan sinyal sebagai kombinasi linier dari fungsi dasar yang </strong><strong>merupakan</strong><strong> matriks koefisien jarang (<em>sparse matrix</em>). Pemulihan sinyal dilakukan dengan meminimalkan <em>ℓ1-norm</em> dari persamaan sistem tersebut.</strong><strong> Makalah</strong><strong> ini menunjukkan bahwa </strong><strong>dengan metode yang diterapkan pada pemrose</strong><strong>s</strong><strong>san sinyal, hanya dengan jumlah sinyal yang terbatas dapat dikembalikan lagi mendekati &nbsp;dengan sinyal aslinya. Dengan perbedaan antara sinyal hasil pemulihan dengan sinyal asli yang cukup kecil.</strong></p> <p><em>Kata kunci</em> <strong>— <em>Compressive Sensing</em><em>, L<sub>1</sub>-norm, sinyal</em></strong><strong><em>&nbsp; waktu diskrit&nbsp; pemulihan </em></strong><strong><em>sinyal, &nbsp;sinyal jarang.</em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><em>Abstract</em> —<strong> <em>C</em></strong><strong><em>ompressive </em></strong><strong><em>S</em></strong><strong><em>ensing is a method that is widely applied to signal processing. The ability and superiority of this method is able to reconstruct signals with limited input. This paper aims to use the Compressive Sensing method in processing discrete time signals. The advantage of this CS method is to provide an original signal estimate from a small number of incoherent linear measurements by utilizing the </em></strong><strong><em>spar</em></strong><strong><em>sity properties. </em></strong><strong><em>Solution</em></strong><strong><em> using the Compressive Sensing method uses the signal approach as a linear combination of the basic functions which are sparse matrices. Signal recovery is done by minimizing </em></strong><strong><em>L</em></strong><strong><em><sub>1</sub></em></strong><strong><em>-norm of the system equation. This paper shows that with the method applied to signal </em></strong><strong><em>processing</em></strong><strong><em>, a limited number of </em></strong><strong><em>measurement </em></strong><strong><em>signals can be returned close to the original signal. With the difference between the recovery signal and the original signal which is quite small.</em></strong></p> <p><em>Ke</em><em>yw</em><em>ord</em> —<strong> <em>Compressive </em></strong><strong><em>S</em></strong><strong><em>ensing</em></strong><strong><em>, L<sub>1</sub>-norm, </em></strong><strong><em>discrete time signals</em></strong>, <strong><em>recovery signal</em></strong><strong><em>, sparse signal</em></strong><strong><em>.</em></strong></p> Umi Murdika, Lukmanul Hakim Copyright (c) 2019 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2130 Fri, 25 Oct 2019 00:00:00 +0000 Cover Volume 13 Nomor 3 September 2019 https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2133 Afri Yudamson Copyright (c) 2019 Electrician https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2133 Tue, 03 Dec 2019 04:39:05 +0000