Studi Analisis Perbaikan Stabilitas Tegangan Melalui Penjadwalan Ulang Generator

  • Reza Utama Putra Department of Electrical Engineering Faculty of Engineering University of Lampung Jl. Sumantri Brojonegoro 1, Bandar Lampung
  • Lukmanul Hakim
  • Herri Gusmedi

Abstract

Intisari — Keseimbangan daya antara kebutuhan beban pada sistem dengan pembangkitan oleh pembangkit listrik merupakan salah satu ukuran kestabilan operasi sistem tenaga listrik. Jatuh tegangan yang disebabkan oleh adanya perubahan beban aktif maupun reaktif secara tiba- tiba, merupakan salah satu bentuk dari ketidakstabilan sistem dalam melakukan penyaluran energi listrik ke konsumen. Berdasarkan SPLN No. 1:1995 Pasal 4 tentang ketentuan variasi tegangan pelayanan dimana drop tegangan yang dijinkan hanya sebesar -10% hingga +5%. Hasil yang diperoleh dengan menjadwal ulang generator terlihat bahwa sebelum dihitung optimasinya dengan menggunakan Primal- Dual interior Point, sistem pada studi kasus memiliki nilai tegangan yang masih stabil sedangkan setelah dilakukan optimasi nilai tegangan mengalami peningkatan menjadi 0.9636 pu dari sebelumnya 0.960 pu pada kondisi beban naik sebesar 15% dari beban dasar. Konsekuensinya adalah terjadinya sedikit peningkatan keluaran daya aktif maupun reaktif pada pembangkit listrik. Namun jika ditinjau dari stabilitas tegangannya maka nilai ini lebih baik dari sebelumnya penjadwalan menggunakan metode aliran daya Newton- Raphson. Kata kunci — penjadwalan ulang pembangkit, stabilitas tegangan, Aliran Daya Oprimum,  primal-dual interior point.   Abstract — The balance between the power demand and power generation of a system is one of the requirement to obtain a stability in power system operation. The voltage drop caused by the sudden changes of active and reactive load is a form of the instability of the system in channeling electricity to consumers. Based on SPLN No. 1:1995 Article 4 of the terms of service voltage variations where the allowable voltage drop of only 10% s / d +5%. From the result, as we can see that before we using the optimization method with Primal- Dual Interior Point, the system indicates a condition that still reliable. In other words the system is stable. After we use the optimization on the system that use in the study case, the voltage stability of the system is increasing from 0.960 to 0.9636 with the power demand increase by 20% from its base demand. The consequence is a slight increase in power generation, active and reactive. However, from the view of voltage stability, this number is still greater than previous schedule the generator using only power flow Newton- Raphson method. Keywords— Generation Rescheduling, Voltage Stability, Optimal Power Flow, Primal-Dual Interior Point.
Published
2014-09-07
Section
Articles