Pengendali Suhu Fermentasi Tempe Berbasis NodeMCU Dan Sensor DHT 22

  • Arief Setiawan Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Yosi Apriani Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Zulkifli Saleh Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Feby Ardianto Universitas Muhammadiyah Palembang

Abstract

Bagi pengusaha tempe, kontrol suhu sangat penting karena, secara historis, fermentasi kedelai menjadi tempe sering kali mengalami kegagalan, yang dapat menurunkan hasil produksi tempe karena cuaca dan suhu yang tidak mendukung. Perangkat yang memiliki setpoint suhu 33°C, 35°C, atau 37°C diperlukan untuk mengatur suhu dalam proses fermentasi tempe dalam upaya menjaga stabilitas suhu. Utilitas ini beroperasi sesuai dengan panduan Nodemcu ESP32. Lampu akan menyala jika suhu di bawah titik setel; jika di atas titik setel, lampu akan mati dan kipas akan menyala. Aplikasi Blynk memungkinkan untuk menampilkan data kontrol suhu, yang memfasilitasi pemahaman pengguna secara otomatis tentang proses fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang alat pengatur suhu untuk proses fermentasi tempe yang dilengkapi dengan sensor DHT22 dan modul Nodemcu ESP 32. Penelitian ini menggunakan metodologi yang dimulai dengan tahap berikut yaitu perancangan dan pembuatan alat, dilanjutkan dengan pengujian alat,dan pengolahan hasil penelitian. Hasil percobaan kontrol suhu menunjukkan bahwa proses fermentasi tempe dapat berhasil dikontrol pada beberapa setpoint, termasuk 33 °C setelah 25 jam jamur bisa tumbuh,  dan konsumsi daya nyala lampu 19 jam yaitu 15976,6 Wh.
Published
2024-05-30
How to Cite
Setiawan, A., Apriani, Y., Saleh, Z., & Ardianto, F. (2024). Pengendali Suhu Fermentasi Tempe Berbasis NodeMCU Dan Sensor DHT 22. Electrician : Jurnal Rekayasa Dan Teknologi Elektro, 18(2), 128-138. https://doi.org/10.23960/elc.v18n2.2566
Section
Articles